Situasi Arus Lalu Lintas Ruas Pejagan - Ketanggungan Terbaru 2026: Banjir Surut, Kemacetan Masih Mengular di Arus Balik Lebaran

Daftar Isi


Ruas jalan nasional Pejagan - Ketanggungan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan utama bagi pemudik dan pengguna jalan raya. Sebagai penghubung vital antara Tol Trans Jawa (Gerbang Tol Pejagan) dengan jalur selatan menuju Purwokerto, Bumiayu, Cilacap, dan sekitarnya, situasi arus lalu lintas Pejagan Ketanggungan selalu padat, terutama saat musim mudik dan arus balik Lebaran. Per 27 Maret 2026, meski banjir akibat luapan Sungai Babakan sudah surut, kemacetan parah masih melanda ruas ini. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, khususnya menuju Gerbang Tol Pejagan. Artikel ini membahas secara lengkap update terkini, penyebab, rekayasa lalu lintas, serta tips menghindari kemacetan di ruas Pejagan Ketanggungan.

Kondisi Terkini Arus Lalu Lintas Pejagan Ketanggungan Pasca Banjir

Pada Rabu malam, 25 Maret 2026, hujan deras menyebabkan Sungai Babakan meluap dan menggenangi ruas jalan nasional Ketanggungan - Pejagan dengan ketinggian air mencapai 60 cm di Simpang 3 Ciremai. Arus lalu lintas sempat lumpuh total; tidak ada satu pun kendaraan yang bisa melintas. Genangan air ini tidak hanya merendam badan jalan tetapi juga memaksa ratusan kendaraan mogok, terutama sepeda motor pemudik yang nekat menerobos. Polres Brebes langsung mengaktifkan Pos Pengamanan Ciremai dan mengimbau masyarakat menghindari jalur tersebut.

Memasuki Kamis, 26 Maret 2026 (H+5 Lebaran), banjir mulai surut setelah dilakukan pemompaan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung. Namun, situasi arus lalu lintas Pejagan Ketanggungan justru semakin kritis. Kemacetan parah terjadi di jalur arteri Ketanggungan Brebes menuju Tol Pejagan. Antrean kendaraan pemudik dari arah selatan (Purwokerto, Bumiayu, dan sekitarnya) mengular panjang mulai dari Pasar Linggapura di Kecamatan Tonjong, melewati Fly Over Dermoleng, hingga Simpang Lampu Merah Ketanggungan dan Gerbang Tol Pejagan. 

Pantauan langsung menunjukkan kepadatan mencapai level tinggi karena pertemuan arus kendaraan balik yang ingin masuk tol dengan lalu lintas lokal warga Brebes. Cuaca mendung dan potensi hujan kembali membuat kondisi semakin tidak menentu. Banyak pemudik seperti Edi, yang hendak kembali ke Cikarang setelah mudik ke Bumiayu, mengaku tersendat sejak Pasar Linggapura. “Kendaraan sudah tersendat sejak Pasar Linggapura. Dari Fly Over Dermoleng sampai Ketanggungan arah Tol Pejagan juga padat,” ujarnya. 

Hingga Jumat pagi, 27 Maret 2026, arus balik masih tersendat meski banjir sudah surut. Volume kendaraan yang tinggi pasca-Lebaran membuat perjalanan menuju Jakarta dan sekitarnya memakan waktu berjam-jam lebih lama dari biasanya. Gerbang Tol Pejagan sempat ditutup sementara untuk arah tertentu, dan arus dari exit tol dialihkan ke jalur Pantura agar tidak semakin memperparah kemacetan di ruas Pejagan Ketanggungan.

Penyebab Utama Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan Polres Brebes

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan situasi lalu lintas ruas Pejagan - Ketanggungan sering mengalami kepadatan ekstrem, terutama saat arus balik Lebaran 2026 ini:
  • Volume Kendaraan Tinggi Pasca Lebaran
Ribuan kendaraan pemudik dari jalur selatan berbondong-bondong kembali ke Jabodetabek melalui Tol Pejagan. Lonjakan ini bertemu dengan lalu lintas harian warga lokal yang berbelok di pertigaan Ketanggungan, sehingga menciptakan bottleneck parah.
  • Dampak Banjir Sungai Babakan
Meski banjir surut, genangan air sempat membuat jalan rusak di beberapa titik dan menyebabkan antrean panjang saat jalur dibuka kembali. Banjir ini juga memaksa pengalihan arus sebelumnya, sehingga kendaraan menumpuk begitu pintu tol dibuka.
  • Pertemuan Arus di Simpang Ketanggungan
Lokasi simpang lampu merah Ketanggungan menjadi titik krusial. Kendaraan dari arah selatan ingin masuk tol, sementara kendaraan dari utara (lokal Brebes) dan barat (Kersana-Ciledug) berbelok ke kanan, menyebabkan tersendat yang panjang.
  • Faktor Lain
Kondisi jalan arteri yang sempit di beberapa segmen, ditambah cuaca tidak menentu, memperburuk situasi. Sebelum banjir, Polres Brebes sudah menerapkan *one way* lokal di ruas Pejagan - Ketanggungan sejak H-8 Lebaran untuk mengurai arus mudik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Polres Brebes bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas yang cepat dan tegas:
  • Pengalihan Arus (Diversion) : Kendaraan dari Exit Tol Pejagan diarahkan ke Jalur Pantura Brebes menuju Tegal. Sementara itu, kendaraan dari arah Bumiayu yang menuju Ketanggungan dialihkan lewat Fly Over Klonengan menuju Slawi.  
  • Penutupan Sementara GT Pejagan dan Brebes Barat : Untuk arah Jakarta pada saat puncak, sehingga arus dialihkan ke Pantura.  
  • One Way Lokal : Diterapkan di ruas arteri Ketanggungan untuk mengurai kepadatan di pertigaan.  
  • Pemantauan 24 Jam : Posko pengamanan dan petugas di lapangan terus memantau debit Sungai Babakan serta kondisi jalan.
Rekayasa ini berhasil mengurangi kemacetan total, meski antrean masih mengular hingga 5-10 km di beberapa titik.

Rute Alternatif dan Tips Aman Berkendara di Pejagan Ketanggungan

Bagi Anda yang hendak melewati ruas Pejagan Ketanggungan, ada beberapa rute alternatif yang bisa dipertimbangkan agar terhindar dari kemacetan parah:
  • Via Pantura Brebes - Tegal : Cocok untuk kendaraan yang keluar Tol Pejagan dan ingin ke arah barat.  
  • Jatibarang - Slawi: Rute ini sering digunakan saat jalur Pejagan-Purwokerto ditutup atau banjir.  
  • Fly Over Klonengan - Slawi: Alternatif utama bagi yang dari Bumiayu menuju Ketanggungan.  
Tips Praktis Menghindari Macet dan Aman Berkendara:
  1. Pantau terus update lalu lintas melalui aplikasi Google Maps, Waze, atau akun resmi Polres Brebes dan NTMC Polri di media sosial.  
  2. Hindari jam puncak (pagi hingga sore) di H+4 sampai H+7 Lebaran.  
  3. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama rem dan ban, karena jalan basah pasca-banjir rawan licin.  
  4. Bawa bekal dan istirahat di rest area tol jika memungkinkan.  
  5. Patuhi arahan petugas di lapangan dan hindari menerobos genangan air yang tersisa.  
  6. Gunakan jalur tol sebanyak mungkin dan keluar hanya di gerbang yang direkomendasikan.
Ruas Pejagan - Ketanggungan bukan hanya sekadar jalan biasa. Ia menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan Tol Trans Jawa dengan wilayah selatan Jawa Tengah. Setiap tahun, ribuan pemudik mengandalkannya, sehingga perbaikan infrastruktur seperti pelebaran jalan, normalisasi Sungai Babakan, dan penambahan lampu penerangan menjadi sangat diperlukan di masa mendatang.

Kesimpulan: Pantau Terus dan Prioritaskan Keselamatan

Situasi arus lalu lintas ruas Pejagan Ketanggungan per 27 Maret 2026 masih dalam kondisi padat meski banjir sudah surut. Kemacetan parah di arus balik Lebaran ini disebabkan oleh volume kendaraan tinggi dan pertemuan arus di simpang-simpang krusial. Dengan rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polres Brebes, diharapkan kepadatan bisa segera teratasi dalam 1-2 hari ke depan. 

Bagi Anda yang akan melintasi jalur ini, selalu update informasi terkini dan pilih rute alternatif jika memungkinkan. Keselamatan adalah yang utama jangan memaksakan diri melewati genangan atau antrean panjang jika kondisi tidak memungkinkan. Semoga arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar dan seluruh pemudik tiba di tujuan dengan selamat.

Posting Komentar